Senandika | Dariku, Untukmu Ibu -->

Senandika | Dariku, Untukmu Ibu

, November 29, 2021









Ibu, setiap nasihatmu adalah harapanku. Meski aku tidak lahir dari rahimmu. Ibu tidak mengasuh dan membesarkanku, tetapi ibu tetap pahlawanku. Ibu begitu tulus menyayangiku. Ibu berarti dalam hidupku. 


Aku bersyukur dipertemukan dengan Ibu. Bisa sedekat nadi bersama Ibu. Ibu yang hebat—luar biasa tak pernah lelah membimbingku. Seberapa sering aku mengeluh, menangis, dan menyerah, justru Ibu selalu menguatkanku.


Aku yang seringkali merepotkan Ibu. Menangis di pundak Ibu. Berkat kekuatan cinta dan kasih Ibu, aku masih sanggup berdiri kuat hingga kini. Ibu yang tak pernah letih menasihatiku.


Ibu mengenalkanku dunia kepenulisan. Ibu selalu ada di belakang layar memberi dukungan. Hari ini, kutulis kisah Ibu dalam rangkaian kata tersemat doa. Semoga kelak, aku bisa menjadi seperti Ibu—berkelana berbagi ilmu.


Ibu, terima kasih untuk setiap kebaikanmu. Tidak peduli betapa beratnya masalah yang sedang Ibu hadapi. Ibu selalu ada untukku.


Aku yang terkadang melalaikan arti hadirmu. Aku yang belum bisa membalas semua jasamu. Maafkan aku, Ibu. Kasih sayang yang Ibu berikan tak bisa terganti oleh apa pun. Kelembutan juga kesabaranmu menjadi panutanku. Semoga aku bisa setegar, Ibu.


Ibu, kehangatan kasihmu membahagiakanku. Berada didekat Ibu memberiku ketenangan. Ingin sekali memelukmu, Ibu. Semoga Ibu sehat selalu di sana. Tuhan selalu menjaga Ibu. Aku akan selalu mengingat kebaikanmu—I love you. Dariku, untukmu—Ibu.



Cirebon, 18 November 2021

TerPopuler

close