Ini Penggunaan Tanda Baca Koma yang Tepat dalam Menulis -->

Ini Penggunaan Tanda Baca Koma yang Tepat dalam Menulis

, Agustus 22, 2021

 

Aneka tanda baca.

Dalam membuat tulisan, baik karya ilmiah, artikel, atau sejenisnya yang bersifat fiksi maupun non fiksi, tentunya tidak terlepas dari kaidah-kaidah penulisan yang baik. Di samping memperhatikan sistematika penyajian, isi, dan bahasa, tanda baca juga merupakan suatu titik yang menjadi incaran para penyunting dan editor yang mumpuni pada bidangnya.


Kali ini, vnn.co.id akan merangkum penggunaan tanda baca yang sesuai dan telah diatur dalam PUEBI pada penulisan sebuah karya, yaitu penggunaan tanda baca koma.


1. Ketika menulis sebuah kalimat, usahakan tanda koma tidak lebih dari tiga. Kecuali dalam penyebutan item, pemerincian atau pembilangan. Lalu, tanda ini harus diletakkan pada akhir sebelum kata penghubung dan maupun atau.


Misalkan: Toko itu menjual buku, koran, majalah, novel, dan lain-lain.


2. Tanda koma digunakan sebelum kata penghubung tetapi, sedangkan, dan melainkan, dalam kalimat majemuk (setara).


Misalkan: Ini bukan bukuku, melainkan punya teman saya.


3. Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.


Misal: Gadis itu sangat cerdik. Namun sayang, ia berkepribadian angkuh.


4. Tanda koma menjadi pemisah antara anak kalimat yang mendahului induk kalimat.


Misal: Jika tidak hujan, saya akan pergi.


5. Tanda koma digunakan untuk memisah petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Namun apabila akhir kutipan terdapat tanda tanya, maka tidak perlu lagi dibubuhi koma. Begitu juga dengan tanda seru. Misal:


  • Kata Ibu, “Kita harus memiliki kepribadian penyayang”.
  • “Siapa namamu?” tanya Pak Bupati.


6. Tanda koma digunakan sebelum atau sesudah kata seru, seperti wah, ya, oh, hai, halo, atau adu, dan kata sapaan, seperti Pak, Bu, Nak, Kak, Dik, dan semacamnya. Misal:


  • Ada apa, Pak?
  • Jangan lupa sarapan, ya!


7. Tanda koma digunakan antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Misal:


  • Gresik, 13 Mei 1999.
  • Jl. Mustika Jaya nomor 29, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa barat.


8. Tanda koma digunakan dalam penulisan daftar pustaka. Misal:


  • Shihab, Muhammad Quraish. 2019. Kaidah Tafsir: Syarat, Ketentuan, dan Aturan yang Patut Anda Ketahui dalam Memahami Ayat-Ayat Alquran. Tangerang: Lentera Hati.
  • Warsono. 2016. Pancasila-isme dalam Dinamika Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press.


9. Tanda koma digunakan pada catatan kaki. Misal:


  • Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat, 1950), hlm.13.


10. Tanda koma dipakai antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya sebagai pembeda singkatan nama belakang atau marga dan gelar. Misal:


  • Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA.
  • Jamaluddin M., S.H., M.H.


11. Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan tambahan atau aposisi. Misal:


  • Penduduk setempat, termasuk anak-anak dan balita, wajib melakukan vaksinasi.
  • Suwardi Suryoningrat, atau yang dikenal dengan Ki Hajar Dewantara, merupakan salah satu dari tiga serangkai yang memprakarsai lahirnya Organisasi Boedi Utomo atau peringatan Harkitnas.


12. Tanda koma diletakkan sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen dalam angka. Misal:


  • 25,5 kg
  • Rp 220, 00


13. Tanda koma diletakkan di belakang keterangan guna menghindari salah baca dan pengertian. Misal:


  • Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
  • Bandingkan dengan: Atas perhatian Saudara kami, saya ucapkan terima kasih.
  • Bandingkan dengan: Atas perhatian, Saudara kami ucapkan terima kasih.


Dengan demikian, kita harus memperhatikan penempatan tanda koma agar tidak terjadi salah persepsi dan pemahaman meskipun kalimatnya sekilas terlihat sama. Selain itu, agar dalam membaca si pembaca tidak ngos-ngosan.


Red


TerPopuler

close