4 Patokan Penulisan Judul yang Tepat -->

4 Patokan Penulisan Judul yang Tepat

, Agustus 16, 2021

  

Ilustrasi: Enago.

Readers, coba lihat contoh judul ini, “Jakarta dan Kota Tua”. Nah, pasti banyak yang bertanya-tanya, “Mengapa Jakarta besar, tetapi dan kecil?”.


Seorang penulis yang baik pasti tak pernah puas dengan pencapaiannya. Apalagi mengenai peningkatan kualitas maupun kuantitas diri dan tulisannya. Saya yakin Anda adalah salah satunya. Buktinya, Anda sampai pada tulisan ini, hehe.


Apa itu Kapitalisasi?

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita pahami apa itu kapitalisasi. Kapitalisasi ialah penulisan kata dengan menggunakan huruf besar (kapital) pada huruf pertama dan huruf kecil pada huruf lainnya.


Jenis kapitalisasi ada dua, yakni kapitalisasi  kalimat (sentence case) dan kapitalisasi judul (title case).


Kapitalisasi yang pertama, yakni kapitalisasi kalimat (sentence case) memiliki aturan yang lebih sederhana daripada kapitalisasi kedua (judul):

 

Kapitalkan kata pertama, nama diri (nama orang, nama lembaga, dan lain-lain), dan kata lain yang dikapitalisasi berdasarkan aturan lain (misalnya singkatan seperti MPR, TNI).


Sedangkan kapitalisasi judul memiliki aturan yang telah diatur dalam PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, yakni

 

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti dikedaridanyang, dan untuk, yang tidak teletak pada posisi awal.


Sehingga menurut Ivan Lanin, dari aturan di atas dapat diuraikan menjadi empat poin, di antaranya:


1. Ikuti aturan kapitalisasi kalimat

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, mengapitalisasikan kata pertama. Namun, jika muncul sebuah pertanyaan “Bagaimana bila kata pertama adalah kata yang tidak diawali huruf besar?” misalkan iPhone (nama merek) atau bindevanderbin, dan binti (unsur nama).


Maka, cara penulisan masalah pertama (nama merek) tidak berubah sebab merupakan identitas.

  • iPhone bukan Iphone


Sedangkan untuk penulisan unsur nama tetap dikapitalisasi apabila terletak pada awal judul.

  • Bin Laden


2. Kapitalisasi Kata Ulang Sempurna

Kata ulang sempurna biasa dikenal dengan kata ulang utuh, penuh, atau dwilingga, yakni kata ulang yang terbentuk dengan pengulangan seluruh bentuk kata dasar tanpa perubahan fonem atau huruf maupun imbuhan.


Sehingga didapati penulisan yang tepat ialah: Undang-Undang, Bapak-Bapak, Anak-Anak.


Sedangkan kata ulang Sayur-mayur, Putra-putri, Siswa-siswi, dan Berlari-lari bukan merupakan kata ulang sempurna.


3. Kapitalisasi Semua Kata kecuali Kata Tugas

Dikecualikan dari kata tugas di antaranya kata benda, kata kerja, kata sifat, kata keterangan, kata ganti, dan kata bilangan.


4. Jangan Kapitalisasi Kata Tugas kecuali pada Awal Judul

Ini adalah lawan dari aturan ketiga di atas, yakni tidak mengapitalisasi kata tugas, yakni kata depan, kata sambung, kata seru, artikula, dan partikel penegas.


Jenis-Jenis Kata Tugas:

  • Kata depan (preposisi): di, ke, dari, tentang
  • Kata hubung (konjungsi): dan, atau, karena, yang
  • Kata seru (interjeksi): oh, kok, sih, dong
  • Kata sandang (artikula): si, sang
  • Partikel penegas: pun, per


Catatan: terhadap dan para merupakan bagian dari kata tugas juga tidak dikapitalisasi.


Nah, itu dia cara penulisan judul yang tepat. Bagaimana, Readers? Semoga bermanfaat, ya☺


Red

TerPopuler

close